Cerita Inspirasi Teman

Waktu telah menunjukkan pukul 9.45, waktu istirahat pun sudah habis dan saatnya semua siswa untuk masuk kembali ke dalam kelas untuk belajar.  Guru pun datang dan akan memulai belajar. Tetapi, sebelum memulai, sang guru pun menyuruh murid-muridnya untuk mengumpulkan pr mereka. Saat IV ingin mengumpulkan tugasnya tersebut, ia pun kaget karena ia tidak dapat menemukan prmya. Tiba-tiba teman IV (RN) pun datang dan memberikan pr IV, ia mengatakan bahwa ia meminjam prnya tersebut. IV pun kesal, karena ia mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh dan terlebih RN tidak meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Namun, IV melupakan masalah tersebut dan memaafkan RN. Tiba-tiba sang guru mengadakan ulangan mendadak. Semua murid-murid di kelas IV pun mengerjakan ulangan tersebut dengan semangat dan sungguh-sungguh, kecuali RN. RN tidak bisa mengerjakan satu soal pun, tetapi, sebaliknya dengan IV, ia sangat senang karena soal ulangan itu soalnya tidak beda jauh dengan soal di pr. Seminggu kemudian nilai pr dan ulangan tersebut dibagikan, sang guru kaget terhadap nilai RN. RN mendapatkan nilai bagus di pr, tetapi ia mendapatkan nilai yang sangat buruk di ulangan. RN pun mengaku bahwa ia menyontek pr tersebut dan langsung meminta maaf kepada IV. Sejak saat itu, RN tidak pernah menyontek lagi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cerita Insprasi Pribadi

Saya akan menceritakan pengalaman yang mungkin bisa memberikan inspirasi untuk kehidupan kita. Pengalaman ini saya alami pada saat bulan ramadhan 1430 H, tepatnya saat saya bersekolah di tingkat SMA.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5.30, pagi itu saya pun langsung bergegas menuju sekolah saya yang jaraknya cukup jauh dari rumah saya. Pagi itu saya berangkat menuju sekolah dengan menggunakan bus. Saya hanya membawa uang pas-pasan karena saya mendengar rumor bahwa akhir-akhir ini sering terjadi pencopetan dikarenakan sebentar lagi akan lebaran, sebenarnya uang saku sayapun hanya tersisa Rp.110.000. Setibanya di sekolah saya pun menjalani rutinitas seperti biasa (belajar). Waktu itu saya harus rajin belajar, karena sebentar lagi saya akan menempuh ujian akhir Negara dan juga saya harus mencari sekolah baru (universitas). Waktu istirahat pun datang, lalu saya mendengar pengumuman bahwa semua murid di kelas saya akan mendapat buku latihan, tetapi diharuskan membayar Rp. 100.000. Untungnya saya bisa membayar buku tersebut, tetapi uang yang tersisa di kantong saya semakin menipis yaitu hanya tinggal ongkos pulang (Rp. 5000). Waktu sudah menunjukkan pukul 1.30, kini sudah saatnya saya pulang. Di tengah jalan saya bertemu dengan seorang pengemis yang lemas, dan sakit-sakitan, karena tidak tega saya pun memberikan sedekah secukupnya kepada pengemis tersebut, Rp. 2000. Sekarang uang sayapun sudah habis, karena sisa uang tersebut Rp. 3000 sudah saya bayarkan untuk membayar bus. Setibanya di rumah, saya kaget karena nenek saya datang ke rumah saya. Ia langsung memberikan saya uang saku lebaran yang jumlahnya lumayan banyak. Saya tidak menyangka, saya pun lantas tidak lupa bersyukur.

Posted in Uncategorized | Leave a comment